CHAPTER 40
- HATI YANG TERHUBUNG
Tangan
kananku memegang erat tali tambang yang telah tersimpul laso di salah satu
ujungnya. Kemudian memutarnya seperti seorang koboi yang hendak menangkap
seekor kuda. Dengan posisi salah satu kaki menekuk ke depan menyangga dari
ujung sampan, sementara kaki satunya lurus memanjang ke belakang. Menunggu saat
yang tepat, mata ini sedikit memicing memastikan kelancaran rencana ini.
“Lena, aku mohon tunggu sebentar.”
ucapku tanpa sempat menengok ke arahnya. “Doakan semoga rencana ini berhasil.”
Aku tak sempat memandang Lena secara
langsung, namun aku yakin ia sempat mengangguk dari sudut mataku.
Jarak kami dan Scylla sudah semakin
dekat. Mungkin hanya beberapa meter. Itu pun jika lehernya tidak dibentangkan
menghadap kami.
Namun apa yang ku khawatirkan
akhirnya terjadi. Monster itu tiba-tiba membentangkan leher, menghadapkan
kepalanya pada kami dan kemudian membuka mulutnya yang penuh dengan gigi tajam
berikut lidah bercabang yang terjulur ke luar.




